Lot: standar, mini, dan mikro
Ukuran lot menentukan nilai per gerakan harga dan berapa rupiah yang hilang atau bertambah saat harga bergerak. Sebelum membuka posisi, periksa dulu ukuran lot, nilai per poin, jarak stop, dan sisa dana.
Cara ukuran lot mengubah nilai tiap poin
Nilai per poin adalah rupiah yang bergerak pada akun ketika harga bergerak satu poin. Angka ini tidak tetap. Angka ini ikut berubah saat ukuran lot berubah. Pada 1,00 lot, nilai per poin sepuluh kali nilai per poin pada 0,10 lot. Pada 0,01 lot, nilainya seperseratus dari nilai per poin pada 1,00 lot.
Hubungan ini berbanding lurus. Jika ukuran lot naik dua kali, nilai per poin naik dua kali. Jika ukuran lot turun lima kali, nilai per poin turun lima kali. Karena itu, ukuran lot adalah pengungkit risiko yang paling mudah diatur sebelum posisi dibuka.
Angka rupiah per poin berbeda di tiap broker. Sebagian broker memakai ukuran kontrak yang berbeda untuk XAU/USD. Sebagian lagi menambahkan biaya spread dan komisi ke dalam perhitungan. Karena itu, nilai per poin yang tampil di platform bisa berbeda dari contoh di halaman ini. Periksa spesifikasi kontrak di platform masing-masing sebelum memakai angka apa pun.
Perbedaan lot standar, mini, dan mikro pada dana terbatas
Lot standar mengendalikan 100.000 unit, lot mini 10.000 unit, dan lot mikro 1.000 unit. Pada XAU/USD sekitar 2,410.00, satu lot standar mengendalikan nilai kontrak yang jauh lebih besar daripada dana awal kebanyakan pemula. Karena itu, lot standar jarang dipakai untuk akun kecil.
Lot mini dan lot mikro memberi ruang lebih besar untuk menyesuaikan risiko. Dengan dana Rp8.000.000, satu posisi 0,10 lot sudah memakai nilai per poin yang besar. Menurunkan ukuran ke 0,01 lot menurunkan nilai per poin ke sepersepuluhnya. Perubahan kecil pada ukuran lot memberi perubahan besar pada risiko rupiah.
Broker dapat membulatkan ukuran lot ke kelipatan tertentu. Sebagian broker hanya menerima kelipatan 0,01 lot, sebagian lain menerima kelipatan 0,10 lot. Ada juga broker yang menetapkan ukuran kontrak berbeda untuk tiap instrumen. Karena itu, ukuran lot yang bisa dipakai tidak selalu sama di semua platform. Periksa daftar ukuran lot yang tersedia di platform masing-masing.
Batas kerugian yang ditetapkan sebelum posisi dibuka
Batas kerugian adalah jumlah rupiah yang siap hilang pada satu posisi. Angka ini ditetapkan sebelum posisi dibuka, bukan sesudah. Tanpa batas ini, ukuran lot dipilih hanya karena terlihat kecil, dan risiko sebenarnya baru terlihat setelah harga bergerak.
Cara menetapkannya memakai dua angka yang sudah diketahui. Pertama, jarak stop dalam poin. Kedua, nilai per poin pada ukuran lot yang dipilih. Hasil kali keduanya adalah risiko rupiah. Jika hasilnya terasa berat dibanding dana, kecilkan ukuran lot atau lebarkan jarak stop dengan ukuran lot yang lebih kecil.
Batas ini juga menjaga jarak dari margin call. Margin call terjadi ketika sisa dana tidak lagi cukup menahan posisi yang terbuka. Semakin besar ukuran lot, semakin cepat sisa dana tergerus oleh gerakan harga. Karena itu, ukuran lot dan jarak stop harus dihitung bersama, bukan terpisah.
Perbedaan ukuran kontrak antar instrumen
Ukuran lot tidak selalu berarti jumlah unit yang sama untuk semua instrumen. Pada XAU/USD, satu lot standar umumnya mewakili 100 troy ounce, bukan 100.000 unit seperti pada pasangan mata uang. Karena itu, membandingkan ukuran lot antara dua instrumen tanpa melihat spesifikasi kontraknya bisa menyesatkan. Angka yang tertera di platform adalah titik awal, bukan patokan yang berlaku di mana-mana.
Nilai per poin ikut berubah mengikuti ukuran kontrak tersebut. Jika satu lot standar XAU/USD mewakili 100 ounce dan harga bergerak 1,00, nilai pergerakannya adalah 100 kali perubahan harga per ounce. Pada lot mini, angka itu menjadi sepersepuluhnya, dan pada lot mikro menjadi seperseratusnya. Perhitungan ini hanya berlaku jika broker memakai ukuran kontrak yang sama.
Beberapa broker menetapkan ukuran kontrak berbeda untuk instrumen yang sama, dan sebagian membulatkan jumlah lot terkecil yang bisa dibuka. Ada pula yang menambahkan biaya spread dan komisi ke dalam nilai per poin yang ditampilkan. Karena itu, angka rupiah yang muncul di satu platform belum tentu sama di platform lain. Periksa spesifikasi kontrak sebelum menghitung risiko, bukan sesudahnya.
Dana dalam rupiah juga melewati kurs konversi yang ditetapkan masing-masing broker. Kurs itu dapat berubah mengikuti pasar, sehingga nilai per poin dalam rupiah ikut bergerak meski harga instrumen tidak berubah. Catat kurs yang dipakai saat menghitung, lalu bandingkan dengan kurs yang terlihat di riwayat transaksi. Selisih kecil di sini bisa berarti risiko yang berbeda dari perkiraan awal.
Tiga ukuran lot pada dana Rp8.000.000
| Langkah | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Dana awal | Rp8.000.000 | Angka contoh, setara sekitar 500 dolar AS pada kurs yang dipakai di sini. |
| Ukuran lot | 1,00 lot | Satu lot standar, yaitu 100.000 unit XAU/USD. |
| Nilai per poin pada 1,00 lot | bervariasi | Nilai satu poin XAU/USD untuk satu lot standar berbeda di tiap broker dan bergantung pada ukuran kontrak. Angka ini tidak ditetapkan di sini. |
| Ukuran lot | 0,10 lot | Lot mini, sepersepuluh dari lot standar, yaitu 10.000 unit. |
| Nilai per poin pada 0,10 lot | bervariasi | Satu per sepuluh dari nilai per poin pada 1,00 lot, karena ukuran kontraknya sepersepuluh. Angka pastinya mengikuti broker. |
| Ukuran lot | 0,01 lot | Lot mikro, seperseratus dari lot standar, yaitu 1.000 unit. |
| Nilai per poin pada 0,01 lot | bervariasi | Satu per seratus dari nilai per poin pada 1,00 lot. Angka pastinya mengikuti broker. |
| Jarak stop 50 poin pada 1,00 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 1,00 lot. Karena nilai per poin bervariasi, hasil rupiahnya juga bervariasi. |
| Jarak stop 50 poin pada 0,10 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 0,10 lot, yaitu sepersepuluh dari baris sebelumnya. |
| Jarak stop 50 poin pada 0,01 lot | bervariasi | Risiko rupiah sama dengan 50 dikali nilai per poin pada 0,01 lot, yaitu seperseratus dari baris 1,00 lot. |
Broker dapat membulatkan ukuran lot, menetapkan ukuran kontrak yang berbeda, menambahkan biaya seperti spread dan komisi, serta memakai kurs konversi sendiri saat menampilkan nilai dalam rupiah. Karena itu, periksa spesifikasi kontrak di platform masing-masing.
Melakukannya sekali, langkah demi langkah
Langkah berikut disusun berurutan, dari memeriksa spesifikasi kontrak sampai mencatat hasil perhitungan. Kerjakan satu per satu sebelum membuka posisi apa pun.
- 01
Periksa spesifikasi kontrak di platform
Buka halaman spesifikasi instrumen XAU/USD di platform yang dipakai. Catat ukuran kontrak, ukuran lot terkecil yang diterima, dan nilai per poin yang ditampilkan. Jangan memakai angka dari contoh mana pun di halaman ini, karena spesifikasi tiap broker bisa berbeda. Jika platform tidak menampilkan nilai per poin, cari keterangan resmi dari broker tersebut sebelum melanjutkan.
- 02
Tentukan ukuran lot yang akan dipakai
Pilih ukuran lot dari daftar yang tersedia di platform, misalnya 0,01 lot atau 0,10 lot. Pastikan ukuran itu termasuk kelipatan yang diterima broker. Tulis ukuran tersebut di catatan sebelum menghitung. Jangan mengubahnya lagi setelah perhitungan dimulai.
- 03
Tentukan jarak stop dalam poin
Tetapkan jarak stop berdasarkan posisi harga yang membatalkan alasan masuk posisi. Tulis jarak itu dalam poin, bukan dalam rupiah. Jarak stop yang terlalu sempit membuat posisi mudah tertutup oleh gerakan harga biasa. Jarak stop yang terlalu lebar memperbesar risiko rupiah pada ukuran lot yang sama.
- 04
Hitung risiko rupiah
Kalikan jarak stop dalam poin dengan nilai per poin pada ukuran lot yang dipilih. Contohnya, 40 poin dikali Rp5.000 sama dengan Rp200.000. Bandingkan hasil itu dengan dana yang tersedia. Jika hasilnya terasa berat, ulangi dari langkah dua dengan ukuran lot yang lebih kecil.
- 05
Siapkan dana dan metode pembayaran
Pastikan dana yang disetor sesuai dengan metode yang tersedia, yaitu transfer bank atau e-wallet. Periksa biaya administrasi yang mungkin dikenakan oleh penyedia layanan pembayaran. Pastikan juga broker terdaftar di Bappebti sebelum menyetor dana. Jangan menyetor dana yang dibutuhkan untuk keperluan lain.
- 06
Catat hasil perhitungan sebelum masuk
Tulis ukuran lot, jarak stop, nilai per poin, dan risiko rupiah pada satu catatan. Simpan catatan itu selama posisi terbuka. Setelah posisi ditutup, bandingkan hasil sebenarnya dengan perhitungan awal. Selisih yang muncul biasanya berasal dari spread, komisi, atau pembulatan ukuran lot oleh broker.
Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini
Banyak pemula memilih ukuran lot karena terlihat kecil, lalu lupa bahwa nilai per poin berbeda di tiap broker. Akibatnya, risiko rupiah yang sebenarnya baru terlihat setelah posisi dibuka. Sebelum masuk, hitung dulu risiko dengan rumus jarak stop dikali nilai per poin, lalu bandingkan dengan dana. Jika hasilnya terasa berat, kecilkan ukuran lot atau lebarkan jarak stop dengan ukuran lot yang lebih kecil.Periksa diri Anda
Jika satu posisi 0,10 lot memakai jarak stop 40 poin, dan nilai per poin pada 0,10 lot adalah Rp50.000, berapa risiko rupiahnya?
40 dikali Rp50.000 sama dengan Rp2.000.000.
Jika ukuran lot diturunkan dari 0,10 menjadi 0,01, dan nilai per poin pada 0,10 lot adalah Rp50.000, berapa nilai per poin pada 0,01 lot?
Rp50.000 dibagi 10 sama dengan Rp5.000 per poin.
Dengan nilai per poin Rp5.000 pada 0,01 lot dan jarak stop 40 poin, berapa risiko rupiahnya?
40 dikali Rp5.000 sama dengan Rp200.000.
Pertanyaan yang muncul berikutnya
Apakah ukuran lot menentukan untung atau rugi sebuah posisi
Ukuran lot tidak menentukan arah harga. Ukuran lot hanya menentukan berapa rupiah yang bergerak pada akun saat harga bergerak. Arah harga tetap ditentukan oleh pasar, bukan oleh ukuran lot. Karena itu, ukuran lot adalah alat pengatur risiko, bukan alat penentu hasil. Dua posisi dengan ukuran lot berbeda pada arah yang sama tetap menghasilkan untung atau rugi yang berbeda besarannya.
Mengapa nilai per poin pada 0,10 lot dan 0,01 lot bisa berbeda jauh
Nilai per poin mengikuti ukuran lot secara berbanding lurus. Jika ukuran lot turun sepuluh kali, nilai per poin juga turun sepuluh kali. Pada 0,10 lot dengan nilai per poin Rp50.000, ukuran 0,01 lot memberi Rp5.000 per poin. Perbedaan ini terlihat besar karena angka dasar nilai per poin memang besar pada XAU/USD sekitar 2,410.00.
Apakah ukuran lot yang sama memberi risiko sama di semua broker
Tidak. Sebagian broker memakai ukuran kontrak yang berbeda untuk XAU/USD. Sebagian lagi menambahkan biaya spread dan komisi ke dalam perhitungan. Kurs konversi ke rupiah juga bisa berbeda antar broker. Karena itu, risiko rupiah pada ukuran lot yang sama bisa berbeda di tiap platform. Periksa spesifikasi kontrak di platform masing-masing sebelum memakai angka apa pun.
Bagaimana cara mengecilkan risiko tanpa mengubah jarak stop
Risiko rupiah sama dengan jarak stop dikali nilai per poin. Jika jarak stop tidak diubah, satu-satunya angka yang bisa diturunkan adalah nilai per poin. Nilai per poin turun saat ukuran lot dikecilkan. Menurunkan ukuran lot dari 0,10 menjadi 0,01 menurunkan risiko rupiah ke sepersepuluhnya. Cara ini dipakai sebelum posisi dibuka, bukan sesudah.
Apakah lot standar selalu terlalu besar untuk akun kecil
Pada XAU/USD sekitar 2,410.00, satu lot standar mengendalikan 100.000 unit. Nilai kontraknya jauh lebih besar daripada dana awal kebanyakan pemula. Karena itu, lot standar jarang dipakai untuk akun kecil. Lot mini dan lot mikro memberi ruang lebih besar untuk menyesuaikan risiko dengan dana yang tersedia.
Apakah ukuran lot bisa dipilih bebas tanpa batas
Tidak. Broker dapat membulatkan ukuran lot ke kelipatan tertentu. Sebagian broker hanya menerima kelipatan 0,01 lot, sebagian lain menerima kelipatan 0,10 lot. Ada juga broker yang menetapkan ukuran kontrak berbeda untuk tiap instrumen. Karena itu, ukuran lot yang bisa dipakai tidak selalu sama di semua platform. Periksa daftar ukuran lot yang tersedia di platform masing-masing.
Kata-kata yang dipakai di halaman ini
- Lot
- Ukuran seberapa banyak instrumen yang dikendalikan oleh satu posisi. Satu lot standar berarti 100.000 unit, lot mini 10.000 unit, dan lot mikro 1.000 unit. Ukuran ini dipilih sebelum posisi dibuka.
- Nilai per poin
- Rupiah yang bergerak pada akun ketika harga bergerak satu poin. Angka ini ikut berubah saat ukuran lot berubah. Angka ini berbeda di tiap broker karena ukuran kontrak dan biaya bisa berbeda.
- Jarak stop
- Jarak harga antara harga masuk dan batas kerugian yang ditetapkan. Jarak ini dipakai bersama nilai per poin untuk menghitung risiko rupiah. Jarak stop ditetapkan sebelum posisi dibuka.
- Batas kerugian
- Jumlah rupiah yang siap hilang pada satu posisi. Angka ini ditetapkan sebelum posisi dibuka, bukan sesudah. Tanpa batas ini, risiko sebenarnya baru terlihat setelah harga bergerak.
- Spesifikasi kontrak
- Daftar ketentuan satu instrumen di platform, termasuk ukuran kontrak dan kelipatan lot yang diterima. Isinya bisa berbeda antar broker. Daftar ini diperiksa sebelum memakai angka apa pun.
- Ukuran kontrak
- Jumlah unit yang diwakili satu lot pada instrumen tertentu. Sebagian broker memakai ukuran kontrak yang berbeda untuk XAU/USD. Karena itu, nilai per poin pada ukuran lot yang sama bisa berbeda.
Yang perlu diingat
- Ukuran lot menentukan berapa rupiah yang bergerak pada akun, bukan arah harga.
- Nilai per poin berbanding lurus dengan ukuran lot, dan angkanya berbeda di tiap broker.
- Risiko rupiah sama dengan jarak stop dikali nilai per poin, dihitung sebelum posisi dibuka.
- Ukuran lot yang tersedia dibatasi kelipatan yang diterima platform masing-masing.