Lewati ke konten

Takut, serakah, dan FOMO

Risiko dan pikiran: bagaimana akun bertahan3 menit baca
Yang Anda pelajari dalam 3 menitPelajaran ini membahas tiga keadaan yang membuat orang melanggar aturannya sendiri: takut, serakah, dan FOMO. Ketiganya terasa wajar saat sedang terjadi, jadi cara mengenalinya adalah lewat daftar periksa sebelum masuk posisi, bukan lewat perasaan setelah posisi dibuka. Contoh di bawah memakai satu setup XAU/USD yang sama, diambil dua kali dengan cara berbeda, dan menunjukkan selisih hasilnya dalam rupiah.
RencanaAktualRencana / Aktual
Diagram skematis yang membandingkan dua jalur dari satu setup XAU/USD: jalur sesuai rencana dan jalur mengejar harga, dengan titik masuk dan keluar yang berbeda.

Bentuk takut yang muncul sebelum dan sesudah posisi dibuka

Takut yang dimaksud di sini bukan rasa gugup biasa. Ini keadaan saat tangan menahan diri untuk menekan tombol masuk, padahal daftar periksa sudah lengkap dan harga masuk sudah ditulis. Dari dalam, rasanya seperti kehati-hatian, bukan seperti pelanggaran.

Bentuk kedua muncul setelah posisi terbuka. Harga bergerak sedikit ke arah yang salah, lalu posisi ditutup lebih awal dari batas kerugian yang sudah ditulis. Alasannya terdengar masuk akal saat itu: mengurangi kerugian. Yang hilang bukan uang, melainkan kesempatan posisi itu bekerja sesuai rencana.

Bentuk ketiga justru sebaliknya. Karena takut ketinggalan, batas kerugian dibuat lebih lebar daripada yang tertulis di rencana. Satu posisi yang seharusnya hanya menanggung risiko kecil berubah menjadi beban yang jauh lebih besar. Ketiganya terasa wajar saat terjadi, dan itu sebabnya daftar periksa ditulis sebelum aplikasi dibuka.

Yang membedakan takut yang sehat dari takut yang melanggar aturan adalah ada atau tidaknya perubahan angka. Jika harga masuk, target, dan batas kerugian tetap sama seperti yang tertulis, rasa takut tidak mengubah apa pun. Jika salah satu angka bergeser setelah posisi dibuka, itu tanda aturan sedang dilanggar.

Cara sederhana mengenalinya adalah membaca ulang catatan sebelum menutup posisi. Jika alasan menutup posisi tidak ada di catatan, tunda satu menit. Jeda itu sering cukup untuk melihat bahwa yang mendorong bukan analisis, melainkan rasa tidak nyaman.

Serakah yang menyamar sebagai target tambahan

Serakah jarang terasa seperti serakah. Ia terasa seperti ide bagus yang muncul belakangan. Harga sudah bergerak mendekati target, lalu muncul pikiran bahwa pergerakan masih panjang dan target bisa dinaikkan sedikit lagi.

Masalahnya bukan pada target yang lebih tinggi. Masalahnya pada waktu keputusan itu diambil. Target yang ditulis sebelum posisi dibuka adalah hasil perhitungan. Target yang dinaikkan setelah harga bergerak adalah reaksi terhadap apa yang baru saja terjadi.

Dari dalam, keadaan ini terasa tenang dan masuk akal. Tidak ada dorongan mendesak, tidak ada rasa panik. Justru ketenangan itu yang membuatnya sulit dikenali. Satu-satunya penanda yang bisa dipercaya adalah catatan lama yang tidak diubah.

Bentuk lain muncul saat posisi sudah untung. Karena yakin arah masih berlanjut, ukuran posisi berikutnya dibuat lebih besar dari biasanya. Satu posisi yang menang tidak mengubah aturan tentang ukuran, dan memperbesarnya berarti mempertaruhkan lebih banyak pada keyakinan yang belum terbukti.

Jika target ingin diubah, ubah untuk posisi berikutnya, bukan untuk posisi yang sedang berjalan. Cara ini menjaga agar keputusan tetap dihitung dari rencana, bukan dari pergerakan harga yang baru saja dilihat.

FOMO yang datang setelah harga bergerak

FOMO muncul paling kuat setelah harga sudah bergerak jauh. Pada titik itu, masuk posisi terasa seperti mengejar sesuatu yang sedang pergi. Tubuh ikut tegang, dan waktu terasa lebih cepat daripada biasanya.

Tanda paling jelas bukan pada perasaan, melainkan pada jarak. Harga masuk yang baru lebih dekat ke target daripada harga masuk yang tertulis di rencana. Jarak menuju target menyusut, tetapi batas kerugian sering tetap di tempat yang sama.

Akibatnya, perbandingan antara potensi untung dan risiko berubah tanpa disadari. Setup yang tadinya layak bisa berubah menjadi tidak layak, hanya karena harga masuknya bergeser beberapa dolar.

Keadaan ini juga membuat orang melewati langkah yang biasanya tidak dilewati. Daftar periksa diperiksa sambil terburu-buru, atau tidak diperiksa sama sekali. Yang tersisa hanya alasan bahwa harga sedang bergerak.

Cara menahan keadaan ini adalah menetapkan batas jarak sebelumnya. Jika harga sudah melewati batas itu, setup dianggap lewat dan tidak diambil. Melewatkan satu setup tidak menghilangkan apa pun, sedangkan mengejar harga yang sudah jauh menambah risiko yang tidak dihitung.

Membaca tiga keadaan lewat catatan yang sama

Ketiga keadaan di atas meninggalkan jejak yang berbeda pada catatan yang sama. Takut membuat angka dihapus atau diperkecil. Serakah membuat target dinaikkan. FOMO membuat harga masuk digeser mendekati target.

Karena jejaknya berbeda, satu lembar catatan bisa dipakai untuk memeriksa ketiganya sekaligus. Yang dibandingkan bukan perasaan saat itu, melainkan angka yang tertulis sebelum posisi dibuka dan angka yang dipakai saat posisi berjalan.

Jika kedua angka itu sama, tidak ada yang perlu diperbaiki pada posisi tersebut. Jika berbeda, perbedaannya menunjukkan keadaan mana yang sedang bekerja. Catatan itu menjadi alat belajar, bukan bukti kesalahan.

Kebiasaan mencatat juga membuat pola terlihat setelah beberapa minggu. Satu kali menggeser harga masuk mungkin tidak berarti apa-apa, tetapi kebiasaan menggeser akan terlihat jelas ketika beberapa catatan diletakkan berdampingan.

Yang dicari dari catatan ini bukan jumlah posisi yang menang. Yang dicari adalah seberapa sering angka di rencana bertahan sampai posisi ditutup. Angka itu bisa dihitung sendiri tanpa bantuan siapa pun.

Selisih hasil pada satu setup XAU/USD

Ambil satu setup XAU/USD dengan rencana masuk di 2.410,00 dan target di 2.416,00. Jarak dari masuk ke target adalah 2.416,00 dikurangi 2.410,00, yaitu 6,00 dolar per ounce.

Jika posisi akhirnya masuk di 2.413,00 dan keluar di 2.416,00, jarak yang benar-benar didapat adalah 2.416,00 dikurangi 2.413,00, yaitu 3,00 dolar per ounce. Selisih yang hilang 6,00 dikurangi 3,00 sama dengan 3,00 dolar per ounce.

Dengan kurs contoh 16.200 IDR per dolar, nilai 3,00 dolar per ounce itu adalah 3,00 dikali 16.200, sama dengan Rp48.600 per ounce. Kurs ini hanya contoh, dan kurs yang berlaku berubah setiap saat.

Angka Rp48.600 di atas berlaku untuk satu ounce. Jika ukuran posisi berbeda, hasilnya berbeda pula, dan itu bisa dihitung dengan mengalikan nilai per ounce dengan ukuran yang dipakai.

Broker dapat membulatkan harga, menambahkan spread, komisi, atau biaya swap. Karena itu angka akhir di akun bisa berbeda dari hitungan di atas, dan besar perbedaannya bervariasi antara broker yang satu dan yang lain.

Peran ukuran posisi terhadap tiga keadaan itu

Ukuran posisi menentukan seberapa besar tiga keadaan di atas terasa. Posisi yang terlalu besar membuat takut lebih mudah menang, karena setiap pergerakan kecil terlihat berarti.

Posisi yang terlalu besar juga membuat serakah lebih mudah muncul. Ketika untung kecil sudah terasa besar, dorongan untuk menambah ukuran pada posisi berikutnya menjadi lebih kuat.

Sebaliknya, ukuran yang kecil membuat FOMO lebih mudah ditahan. Harga yang sudah bergerak jauh tidak terasa seperti kerugian besar jika ukuran posisinya memang kecil sejak awal.

Cara menentukan ukuran yang wajar adalah menghitung berapa rupiah yang siap hilang jika batas kerugian tersentuh, lalu memastikan angka itu tidak mengganggu keputusan lain. Angka ini berbeda untuk setiap orang dan tidak ada patokan yang berlaku untuk semua.

Yang perlu dihindari adalah menentukan ukuran berdasarkan keyakinan pada satu setup. Keyakinan tidak mengubah peluang, dan ukuran yang ditentukan oleh keyakinan membuat tiga keadaan di atas lebih sulit dikenali.

Cara memakai daftar periksa sebelum masuk posisi

Daftar periksa dipakai satu kali, sebelum aplikasi dibuka. Tujuannya bukan memastikan posisi menang, melainkan memastikan angka sudah ditulis dan tidak akan diubah setelah posisi berjalan.

Isi daftar periksa cukup singkat. Harga masuk, target, batas kerugian, ukuran posisi, dan alasan masuk. Jika salah satu belum ada, posisi belum siap dibuka.

Setelah posisi terbuka, daftar itu tidak lagi dipakai untuk mengambil keputusan. Ia hanya dibaca ulang untuk membandingkan rencana dengan kenyataan, dan perbandingan itu dicatat setelah posisi ditutup.

Daftar periksa juga membantu saat harga bergerak cepat. Dalam keadaan seperti itu, membaca daftar memaksa jeda singkat, dan jeda itu sering cukup untuk menahan keputusan yang diambil karena perasaan.

Yang dicatat setelah posisi ditutup adalah apakah ada angka yang berubah. Jika tidak ada, posisi itu dijalankan sesuai rencana, terlepas dari hasilnya. Jika ada, perubahan itu dicatat sebagai bahan untuk minggu berikutnya.

Membedakan rencana dari reaksi saat posisi berjalan

Rencana dibuat sebelum harga bergerak. Reaksi dibuat setelah harga bergerak. Keduanya bisa terasa sama saat sedang terjadi, dan itu sebabnya keduanya perlu dipisahkan dengan catatan.

Satu cara sederhana adalah menulis waktu keputusan. Angka yang ditulis sebelum aplikasi dibuka punya waktu yang lebih awal daripada angka yang muncul saat posisi berjalan. Waktu itu menunjukkan mana yang rencana dan mana yang reaksi.

Cara lain adalah menulis alasan di samping setiap angka. Alasan yang mengacu pada perhitungan yang sudah dilakukan sebelum masuk berbeda dari alasan yang mengacu pada pergerakan harga yang baru saja dilihat.

Pemisahan ini tidak menghilangkan takut, serakah, atau FOMO. Ketiganya tetap muncul. Yang berubah adalah apakah ketiganya sempat mengubah angka sebelum posisi ditutup.

Setelah beberapa minggu, catatan waktu dan alasan ini menunjukkan pola yang tidak terlihat dari satu posisi saja. Pola itulah yang dipakai untuk memperbaiki daftar periksa, bukan untuk menilai hasil satu posisi.

Satu setup XAU/USD, selisih 4,00 dolar per ounce

LangkahJumlahCatatan
Ukuran kontrak1 lot standar XAU/USDUkuran kontrak per lot berbeda antar broker, jadi angka pastinya bervariasi.
Nilai satu pipbervariasi antar brokerNilai satu pip pada satu lot standar XAU/USD berbeda-beda tergantung broker dan ukuran kontrak, jadi tidak ada angka tunggal yang bisa dipakai.
Rencana: masuk di 2.410,002.410,00Harga masuk yang sudah ditentukan sebelum sesi dimulai.
Rencana: keluar di 2.414,002.414,00Target yang sudah ditulis di rencana, 4,00 dolar per ounce di atas harga masuk.
Selisih rencana4,00 dolar per ounce2.414,00 dikurangi 2.410,00 sama dengan 4,00.
Kenyataan: masuk di 2.412,002.412,00Harga yang dikejar setelah harga bergerak naik, bukan harga di rencana.
Kenyataan: keluar di 2.414,002.414,00Target yang sama, tetapi jarak dari harga masuk menjadi lebih pendek.
Selisih kenyataan2,00 dolar per ounce2.414,00 dikurangi 2.412,00 sama dengan 2,00.
Selisih hasil per ounce2,00 dolar per ounce4,00 dikurangi 2,00 sama dengan 2,00.
Konversi ke rupiah dengan kurs contoh 16.200 IDR per dolarRp32.400 per ounce2,00 dolar dikali 16.200 sama dengan Rp32.400. Kurs ini hanya contoh dan kurs yang berlaku berubah setiap saat.

Broker dapat membulatkan harga, menambahkan spread, komisi, atau biaya swap, sehingga angka akhir di akun bisa berbeda dari hitungan di atas.

Melakukannya sekali, langkah demi langkah

Langkah berikut dilakukan satu kali sebelum aplikasi dibuka, dengan urutan yang sama setiap kali, agar angka di rencana tidak berubah setelah posisi berjalan.

  1. 01

    Tulis harga masuk, target, dan batas kerugian

    Tulis ketiga angka itu di kertas atau catatan ponsel sebelum aplikasi dibuka. Untuk XAU/USD, harga masuk bisa berupa angka seperti 2.410,00, dan target seperti 2.416,00. Jarak antara keduanya dihitung dengan mengurangi angka yang lebih kecil dari yang lebih besar. Jika salah satu angka belum ada, jangan lanjut ke langkah berikutnya.

  2. 02

    Hitung jarak dan nilai per ounce

    Kurangi harga masuk dari target untuk mendapat jarak dalam dolar per ounce. Pada contoh di atas, 2.416,00 dikurangi 2.410,00 sama dengan 6,00 dolar per ounce. Kalikan angka itu dengan kurs yang berlaku jika ingin melihat nilainya dalam rupiah. Ingat bahwa kurs berubah setiap saat dan angka yang dipakai di sini hanya contoh.

  3. 03

    Tentukan ukuran posisi dari batas kerugian

    Hitung berapa rupiah yang siap hilang jika batas kerugian tersentuh, lalu tentukan ukuran posisi dari angka itu. Jangan menentukan ukuran dari keyakinan pada satu setup. Ukuran yang wajar berbeda untuk setiap orang, dan tidak ada patokan yang berlaku untuk semua.

  4. 04

    Periksa daftar sekali, lalu berhenti memeriksa

    Baca daftar periksa satu kali dan pastikan semua angka sudah lengkap. Setelah itu, jangan periksa ulang untuk menyesuaikan angka dengan pergerakan harga. Pemeriksaan berulang sambil melihat harga justru membuka jalan bagi takut, serakah, dan FOMO untuk mengubah rencana.

  5. 05

    Bandingkan rencana dengan kenyataan setelah posisi ditutup

    Setelah posisi ditutup, tulis harga masuk dan harga keluar yang benar-benar terjadi. Bandingkan dengan angka di rencana, dan catat selisihnya dalam dolar per ounce. Jika ingin, kalikan selisih itu dengan kurs contoh 16.200 IDR per dolar untuk melihat nilainya dalam rupiah. Perhatikan bahwa broker dapat menambahkan spread, komisi, atau biaya swap sehingga angka akhir di akun bisa berbeda.

  6. 06

    Simpan catatan untuk dibandingkan beberapa minggu

    Simpan setiap catatan di tempat yang sama, tanpa menghapus yang lama. Setelah beberapa minggu, letakkan catatan-catatan itu berdampingan dan lihat seberapa sering angka di rencana berubah. Pola yang muncul dari beberapa catatan lebih berguna daripada penilaian satu posisi. Catatan ini dipakai untuk memperbaiki daftar periksa, bukan untuk menilai hasil.

Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini

Kesalahan yang sering terjadi adalah membuka posisi karena harga sudah bergerak, lalu menyesuaikan target agar tetap terlihat masuk akal. Rencana awal tidak diubah, tetapi harga masuknya bergeser, sehingga jarak menuju target menyusut tanpa disadari. Cara menghindarinya adalah menulis harga masuk, target, dan batas kerugian sebelum membuka aplikasi, lalu tidak mengubahnya setelah posisi terbuka. Jika harga sudah lewat, lebih baik melewatkan setup itu daripada mengejarnya.

Periksa diri Anda

Jika rencana masuk di 2.410,00 dan target di 2.416,00, berapa selisihnya dalam dolar per ounce?

2.416,00 dikurangi 2.410,00 sama dengan 6,00 dolar per ounce.

Jika posisi akhirnya masuk di 2.413,00 dan keluar di 2.416,00, berapa selisih yang hilang dibanding rencana?

Selisih kenyataan 2.416,00 dikurangi 2.413,00 sama dengan 3,00 dolar per ounce. Selisih yang hilang 6,00 dikurangi 3,00 sama dengan 3,00 dolar per ounce.

Dengan kurs contoh 16.200 IDR per dolar, berapa rupiah nilai 3,00 dolar per ounce itu?

3,00 dikali 16.200 sama dengan Rp48.600 per ounce. Kurs ini hanya contoh dan kurs yang berlaku berubah setiap saat.

Pertanyaan yang muncul berikutnya

Bagaimana cara membedakan takut yang wajar dari takut yang membuat saya melanggar aturan?

Takut yang wajar tidak mengubah angka apa pun dalam rencana. Jika harga masuk, target, dan batas kerugian tetap sama seperti yang ditulis sebelum aplikasi dibuka, rasa takut itu tidak merusak apa pun. Sebaliknya, jika salah satu angka bergeser setelah posisi terbuka, itu tanda aturan sedang dilanggar. Periksa catatan lama, bukan perasaan saat itu.

Mengapa menaikkan target setelah harga bergerak dianggap pelanggaran?

Target yang ditulis sebelum posisi dibuka adalah hasil perhitungan. Target yang dinaikkan setelah harga bergerak adalah reaksi terhadap pergerakan yang baru saja terjadi. Meskipun terasa tenang dan masuk akal, keputusan itu diambil berdasarkan apa yang sudah terjadi, bukan berdasarkan rencana. Catatan lama yang tidak diubah adalah satu-satunya penanda yang bisa dipercaya.

Apa yang harus saya lakukan saat muncul dorongan untuk mengejar harga yang sudah lewat?

Tunda satu menit sebelum menekan tombol. Jeda singkat sering cukup untuk melihat bahwa yang mendorong bukan analisis, melainkan rasa tidak nyaman karena ketinggalan. Jika harga sudah lewat jauh dari harga masuk yang direncanakan, lebih baik melewatkan setup itu. Setup berikutnya selalu ada, tetapi modal yang habis karena mengejar tidak kembali.

Apakah ukuran posisi boleh diperbesar setelah posisi sebelumnya untung?

Ukuran posisi adalah bagian dari rencana yang ditulis sebelum posisi dibuka. Jika posisi sebelumnya untung, itu tidak mengubah perhitungan risiko untuk posisi berikutnya. Memperbesar ukuran karena yakin arah masih berlanjut adalah bentuk serakah yang menyamar sebagai keyakinan. Kembalilah ke catatan awal dan patuhi angka yang sudah ditetapkan.

Bagaimana cara memakai daftar periksa untuk mengenali ketiga keadaan ini?

Tulis daftar periksa sebelum membuka aplikasi. Isinya harga masuk, target, dan batas kerugian. Setelah posisi terbuka, baca ulang daftar itu dan bandingkan dengan angka yang ada di layar. Jika semua angka sama, tidak ada pelanggaran. Jika ada yang berbeda, tutup aplikasi dan tunda keputusan.

Apakah broker memengaruhi hasil akhir meskipun saya sudah disiplin?

Broker dapat membulatkan harga, menambahkan spread, komisi, atau biaya swap. Karena itu, angka akhir di akun bisa berbeda dari hitungan di atas kertas. Perbedaan ini bervariasi antara broker dan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Yang bisa dikendalikan adalah disiplin pada rencana, bukan biaya yang dibebankan broker.

Kata-kata yang dipakai di halaman ini

daftar periksa
Catatan berisi harga masuk, target, dan batas kerugian yang ditulis sebelum aplikasi dibuka. Daftar ini menjadi pembanding saat posisi sudah terbuka. Jika ada angka yang berubah, itu tanda aturan sedang dilanggar.
batas kerugian
Batas kerugian adalah angka yang menunjukkan seberapa besar kerugian yang siap ditanggung dari satu posisi. Angka ini ditulis sebelum posisi dibuka. Jika posisi ditutup sebelum menyentuh batas ini karena panik, itu termasuk pelanggaran aturan.
target
Target adalah harga yang direncanakan untuk menutup posisi dengan untung. Target dihitung sebelum posisi dibuka. Menaikkan target setelah harga bergerak adalah reaksi, bukan perhitungan.
ukuran posisi
Ukuran posisi adalah besar kecilnya jumlah yang dipertaruhkan dalam satu transaksi. Ukuran ini ditentukan oleh batas kerugian dan jarak ke harga masuk. Memperbesar ukuran setelah posisi untung adalah bentuk serakah.
spread
Spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual yang ditetapkan broker. Spread membuat harga masuk dan harga keluar sedikit berbeda dari yang terlihat di grafik. Besarnya spread bervariasi antara broker.
swap
Swap adalah biaya yang dikenakan broker untuk posisi yang dibuka melewati batas waktu tertentu. Biaya ini mengurangi hasil akhir di akun. Besarnya swap bervariasi antara broker dan tidak bisa dihindari sepenuhnya.

Yang perlu diingat

  • Takut, serakah, dan FOMO terasa wajar saat terjadi, jadi penanda yang bisa dipercaya adalah daftar periksa yang ditulis sebelum aplikasi dibuka.
  • Jika harga masuk, target, dan batas kerugian tetap sama, tidak ada pelanggaran. Jika salah satu bergeser setelah posisi terbuka, aturan sedang dilanggar.
  • Menaikkan target atau memperbesar ukuran posisi setelah harga bergerak adalah reaksi, bukan perhitungan.
  • Broker dapat menambahkan spread, komisi, atau swap, sehingga angka akhir di akun bisa berbeda dari hitungan di atas kertas.
Berikutnya dalam Risiko dan pikiran: bagaimana akun bertahanOvertrading dan mengejar kerugian
Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko tinggi kehilangan uang. Sebagian besar akun ritel mengalami kerugian. Tidak ada apa pun di sini yang merupakan rekomendasi untuk berdagang atau ramalan hasil apa pun.Saripanduan kursus Anda