Lewati ke konten

Smart money: order block, FVG, likuiditas

Membaca pasar: grafik, alat, dan instrumen3 menit baca
Yang Anda pelajari dalam 3 menitDi pelajaran ini Anda mempelajari istilah order block, fair value gap, dan likuiditas, yaitu kosakata yang dibangun dari asumsi tentang di mana order besar berada. Semua istilah ini hanyalah dugaan, bukan fakta yang bisa dipastikan dari grafik. Karena itu, setiap kali memakai istilah ini, Anda perlu tahu asumsi apa yang sedang dipakai dan berapa biaya transaksinya dalam rupiah.
ZonaGapRendahXAU/USD
Diagram skematis yang memperlihatkan satu blok order di sekitar harga 2.410,00 pada XAU/USD, satu celah nilai wajar di atasnya, dan tanda likuiditas di bawah harga tersebut.

Asumsi di balik istilah order block

Istilah order block lahir dari dugaan bahwa sekelompok order besar pernah dikirim ke pasar pada satu area harga tertentu. Dugaan itu masuk akal karena order besar tidak bisa dikirim sekaligus tanpa menggerakkan harga, sehingga sebagian dikirim bertahap dan meninggalkan jejak berupa batang harga yang menonjol. Jejak itu kemudian diberi nama blok order, seolah-olah order besar masih menunggu di sana. Padahal tidak ada cara memastikan dari grafik bahwa order itu masih ada, sudah selesai, atau bahkan tidak pernah ada.

Yang bisa diamati dari grafik hanyalah harga, waktu, dan jumlah transaksi yang tercatat. Ketiganya tidak menunjukkan siapa yang bertransaksi, berapa besar dananya, atau apa niatnya. Dua orang bisa melihat batang harga yang sama lalu menandainya sebagai blok order yang berbeda, dan keduanya tidak bisa dibuktikan salah. Karena itu istilah ini lebih tepat dipakai sebagai cara menandai area perhatian, bukan sebagai bukti keberadaan order besar.

Asumsi yang dipakai perlu ditulis sebelum dipakai, misalnya bahwa area 2.408,00 sampai 2.410,00 dianggap tempat order besar pernah masuk. Tulisan itu membuat Anda sadar bahwa keputusan berdiri di atas dugaan, bukan pengamatan langsung. Jika harga bergerak melewati area itu tanpa reaksi, yang salah bukan pasar, melainkan asumsinya. Menulis asumsi juga memudahkan Anda menilai ulang apakah cara membaca seperti ini cocok untuk Anda.

Celah nilai wajar dan arti likuiditas

Celah nilai wajar atau fair value gap adalah ruang kosong pada grafik yang terbentuk ketika harga bergerak sangat cepat dalam satu arah. Pada kondisi itu, rentang antara harga terendah dan tertinggi dari beberapa batang tidak saling menutupi, sehingga menyisakan celah yang terlihat jelas. Sebagian orang menduga harga akan kembali mengisi celah itu karena transaksi di dalamnya dianggap belum seimbang.

Dugaan pengisian celah tidak selalu terbukti. Harga bisa terus bergerak menjauh dan tidak pernah kembali ke celah tersebut, terutama saat berita besar dirilis. Karena itu celah nilai wajar lebih berguna sebagai penanda bahwa pergerakan sebelumnya berlangsung cepat, bukan sebagai janji bahwa harga akan berbalik. Jarak dari harga acuan ke celah juga bisa dihitung, misalnya dari 2.410,00 turun 2,00 menjadi 2.408,00, tetapi angka itu hanya menggambarkan posisi, bukan peluang.

Likuiditas berarti ketersediaan lawan transaksi pada suatu harga. Di sekitar harga bulat atau harga tertinggi dan terendah sebelumnya, biasanya banyak order berkumpul, sehingga harga bisa bergerak cepat ketika order itu tersentuh. Istilah likuiditas sering dipakai untuk menyebut area tersebut, seolah-olah ada pihak yang sengaja memburunya. Yang dapat dipastikan hanyalah bahwa di area ramai, pergerakan harga memang lebih cepat dan spread bisa melebar, dan itu berdampak langsung pada biaya Anda.

Biaya dan batas kerugian dalam rupiah

Setiap kali memakai istilah di atas, hitung dulu biaya masuk dan keluar dalam rupiah. Nilainya berbeda antar broker karena spread, komisi, dan pembulatan harga tidak sama, dan sebagian broker memakai nilai poin per lot yang berbeda pula. Karena itu angka biaya tidak bisa dipinjam dari pengalaman orang lain. Cara aman adalah menanyakan rincian biaya kepada broker Anda sendiri, lalu mencatatnya.

Misalkan modal contoh Rp5.000.000 dan biaya sekali masuk dan keluar Rp150.000. Sisa dana setelah satu transaksi adalah Rp5.000.000 dikurangi Rp150.000, yaitu Rp4.850.000. Jika biaya itu terjadi sepuluh kali, dana berkurang Rp1.500.000 tanpa memperhitungkan hasil transaksinya. Perhitungan sederhana ini menunjukkan bahwa biaya bisa menjadi beban besar ketika transaksi dilakukan sering, terlepas dari benar atau salahnya asumsi.

Batasi kerugian sebelum menekan tombol, bukan sesudahnya. Tentukan harga keluar jika asumsi terbukti salah, lalu ubah jarak itu menjadi jumlah rupiah memakai nilai poin yang berlaku di broker Anda. Pastikan jumlah tersebut masih wajar dibanding modal, dan jangan menambah posisi hanya karena harga bergerak melawan. Pembayaran ke broker umumnya lewat transfer bank atau dompet digital, dan setiap broker dapat memakai aturan biaya yang berbeda, jadi periksa keduanya sebelum memulai.

Daftar periksa sebelum memakai istilah ini

Sebelum memakai istilah order block, fair value gap, atau likuiditas, tuliskan dulu asumsi yang dipakai. Tulis di kertas atau catatan ponsel: di harga berapa order besar diduga berada, dan mengapa Anda menduga demikian. Tanpa catatan ini, istilah tadi berubah menjadi tebakan yang sulit dievaluasi setelah posisi ditutup.

Periksa juga apakah asumsi itu masih berlaku setelah harga bergerak. Asumsi tentang lokasi order besar dibuat dari data lama, dan data itu bisa usang dalam hitungan menit. Jika harga sudah melewati batas yang Anda tulis, asumsi lama tidak lagi dipakai. Ganti dengan asumsi baru atau batalkan rencana.

Hitung biaya masuk dan keluar dalam rupiah sebelum menekan tombol. Biaya ini berbeda antar broker, dan sebagian broker memakai komisi, sebagian memakai spread lebih lebar. Karena itu, angka biaya tidak bisa disalin dari panduan mana pun. Cek daftar biaya di broker yang Anda pakai, lalu tulis angkanya sendiri.

Terakhir, tetapkan batas kerugian dalam rupiah, bukan dalam poin. Batas dalam poin sulit dibandingkan dengan saldo, sedangkan batas dalam rupiah langsung terlihat terhadap dana Anda. Setelah batas itu tercapai, hentikan posisi. Pembayaran ke broker umumnya lewat transfer bank atau dompet digital, dan aturan biaya tiap broker dapat berbeda, jadi periksa lagi sebelum dana dikirim.

Contoh dengan angka: blok order di 2.410,00 dan biaya Rp

LangkahJumlahCatatan
Harga acuan XAU/USD2.410,00Angka acuan yang dipakai di seluruh contoh ini.
Jarak dari harga acuan ke batas bawah blok order2,00Jarak yang dipilih sendiri untuk contoh, bukan angka dari broker.
Nilai satu poin pada XAU/USDbervariasiNilai satu pip atau satu poin pada satu lot standar berbeda-beda antar broker dan antar ukuran kontrak, jadi tidak bisa ditetapkan di sini.
Perkiraan biaya transaksi sekali masuk dan keluarRp150.000Angka contoh untuk biaya dan spread; besarnya bergantung pada broker dan kondisi pasar.
Sisa dana setelah biaya, dari modal contoh Rp5.000.000Rp4.850.000Rp5.000.000 dikurangi Rp150.000.

Broker dapat membulatkan harga, menambah spread, mengenakan komisi, atau memakai nilai poin yang berbeda. Karena itu, angka di atas hanya contoh dan bukan angka yang berlaku umum.

Melakukannya sekali, langkah demi langkah

Langkah berikut disusun berurutan agar Anda mencatat asumsi, menghitung biaya, dan menetapkan batas kerugian sebelum satu posisi dibuka. Kerjakan sekali dari awal sampai akhir, lalu ulangi dengan angka Anda sendiri.

  1. 01

    Tulis asumsi yang dipakai

    Catat istilah yang Anda pakai, misalnya blok order di 2.408,00 sampai 2.410,00, beserta alasan menandainya. Tulis juga bahwa ini dugaan, bukan fakta yang bisa dipastikan dari grafik. Simpan catatan itu agar bisa dinilai ulang setelah harga bergerak.

  2. 02

    Periksa rincian biaya di broker

    Tanyakan spread, komisi, dan nilai poin per lot kepada broker Anda, karena angkanya berbeda antar broker. Jangan memakai angka dari sumber lain tanpa memeriksa ulang. Tulis hasilnya dalam rupiah agar mudah dihitung.

  3. 03

    Hitung biaya sekali masuk dan keluar

    Jumlahkan biaya masuk dan biaya keluar menjadi satu angka rupiah. Kurangkan dari modal contoh, misalnya Rp5.000.000 dikurangi Rp150.000 menjadi Rp4.850.000. Angka ini menunjukkan dana yang tersisa sebelum hasil transaksi dihitung.

  4. 04

    Tetapkan batas kerugian

    Tentukan harga keluar jika asumsi terbukti salah, lalu ubah jaraknya menjadi rupiah memakai nilai poin broker Anda. Pastikan jumlahnya masih wajar dibanding modal. Batas ini dipakai sebagai penghenti, bukan sebagai saran menambah posisi.

  5. 05

    Catat hasil dan tinjau asumsi

    Setelah posisi ditutup, bandingkan hasilnya dengan asumsi yang Anda tulis di langkah pertama. Periksa apakah biaya yang keluar sesuai perkiraan. Tinjauan ini membantu Anda menilai apakah cara membaca pasar seperti ini cocok, tanpa perlu menyimpulkan bahwa istilahnya selalu benar.

Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap blok order, celah nilai wajar, atau tanda likuiditas sebagai kepastian, padahal semuanya hanya asumsi tentang di mana order besar mungkin berada. Orang lalu masuk posisi tanpa menghitung biaya, sehingga biaya transaksi dan spread memakan sebagian dana. Yang lebih aman adalah menuliskan dulu asumsi yang dipakai, menetapkan batas kerugian, lalu menghitung biaya masuk dan keluar dalam rupiah sebelum menekan tombol. Ingat juga bahwa pembayaran ke broker umumnya lewat transfer bank atau dompet digital, dan setiap broker dapat memakai aturan biaya yang berbeda.

Periksa diri Anda

Jika modal contoh Rp5.000.000 dan biaya transaksi sekali masuk dan keluar Rp150.000, berapa sisa dana?

Rp5.000.000 dikurangi Rp150.000 sama dengan Rp4.850.000.

Mengapa nilai satu poin pada XAU/USD tidak bisa ditulis sebagai satu angka pasti?

Karena nilai satu poin pada satu lot standar berbeda-beda antar broker dan antar ukuran kontrak, jadi harus dicek di masing-masing broker.

Jika jarak dari harga acuan 2.410,00 ke batas bawah blok order adalah 2,00, berapa harga batas bawah itu?

2.410,00 dikurangi 2,00 sama dengan 2.408,00.

Pertanyaan yang muncul berikutnya

Apakah blok order bisa dipastikan masih berisi order besar?

Tidak. Grafik hanya mencatat harga, waktu, dan jumlah transaksi, bukan siapa yang mengirim order atau berapa dananya. Karena itu keberadaan order besar di satu area tidak bisa dipastikan dari grafik. Blok order lebih tepat dipakai sebagai penanda area perhatian. Jika harga melewatinya tanpa reaksi, yang perlu ditinjau adalah asumsinya, bukan pasarnya.

Mengapa celah nilai wajar kadang tidak pernah terisi?

Celah nilai wajar terbentuk saat harga bergerak cepat, sehingga sebagian rentang harga tidak saling menutupi. Dugaan bahwa harga akan kembali mengisi celah itu hanya dugaan, bukan aturan. Saat berita besar dirilis, harga bisa terus bergerak menjauh dan celah dibiarkan terbuka. Jadi celah itu menandai kecepatan pergerakan sebelumnya, bukan janji pembalikan harga.

Apa yang dimaksud likuiditas dalam kosakata ini?

Likuiditas berarti ketersediaan lawan transaksi pada suatu harga. Jika likuiditas tipis, selisih harga beli dan jual melebar dan order Anda bisa terisi jauh dari harga yang diinginkan. Sebagian orang menduga harga sengaja digerakkan ke area likuiditas untuk mengambil order yang menumpuk di sana. Dugaan itu tidak bisa dibuktikan dari grafik, sehingga biaya transaksi tetap perlu dihitung lebih dulu.

Bagaimana menuliskan asumsi sebelum memakai istilah ini?

Tulis dulu area harga yang Anda anggap penting, misalnya 2.408,00 sampai 2.410,00, beserta alasan menandainya. Setelah itu tetapkan batas kerugian dan hitung biaya masuk dan keluar dalam rupiah. Dengan begitu Anda tahu keputusan berdiri di atas dugaan, bukan pengamatan langsung. Catatan ini juga memudahkan penilaian ulang setelah beberapa kali percobaan.

Apakah biaya transaksi sama di semua broker?

Tidak. Setiap broker dapat memakai aturan biaya yang berbeda, misalnya komisi, spread, atau pembulatan harga. Nilai satu poin pada satu lot standar juga berbeda antar broker dan antar ukuran kontrak. Karena itu angka biaya harus dicek di masing-masing broker, bukan disalin dari contoh. Pembayaran ke broker umumnya lewat transfer bank atau dompet digital.

Berapa biaya satu kali masuk dan keluar pada contoh ini?

Pada contoh di halaman ini, biaya sekali masuk dan keluar adalah Rp150.000. Jika modalnya Rp5.000.000, sisa dana setelah biaya itu adalah Rp4.850.000. Angka tersebut hanya contoh, karena broker dapat menambah spread, mengenakan komisi, atau memakai nilai poin yang berbeda. Biaya yang sebenarnya perlu Anda hitung sendiri sebelum menekan tombol.

Kata-kata yang dipakai di halaman ini

Order block
Area harga yang dianggap pernah menerima kiriman order besar. Penanda ini dibuat dari dugaan, bukan bukti yang bisa dibaca langsung dari grafik.
Fair value gap
Ruang kosong pada grafik yang muncul saat harga bergerak sangat cepat dalam satu arah. Sebagian orang menduga harga akan kembali mengisi ruang itu, tetapi dugaan tersebut tidak selalu terbukti.
Likuiditas
Ketersediaan lawan transaksi pada suatu harga. Jika tipis, selisih harga beli dan jual melebar dan order bisa terisi jauh dari harga yang diinginkan.
Asumsi
Dugaan yang dipakai sebagai dasar keputusan sebelum ada bukti. Menuliskannya membuat Anda sadar bahwa keputusan berdiri di atas dugaan, bukan pengamatan langsung.
Batas kerugian
Harga atau jumlah rupiah yang Anda tetapkan sebagai batas berhenti sebelum masuk posisi. Batas ini ditetapkan lebih dulu, bukan setelah harga bergerak.
Nilai poin
Nilai uang dari satu pergerakan poin pada ukuran kontrak tertentu. Angkanya berbeda antar broker dan antar ukuran kontrak, jadi harus dicek di masing-masing broker.

Yang perlu diingat

  • Blok order, celah nilai wajar, dan likuiditas adalah dugaan tentang tempat order besar, bukan kepastian dari grafik.
  • Tulis asumsi dan batas kerugian sebelum masuk, lalu hitung biaya masuk dan keluar dalam rupiah.
  • Biaya, spread, dan nilai poin berbeda antar broker, jadi angka contoh di halaman ini tidak berlaku umum.
  • Pembayaran ke broker umumnya lewat transfer bank atau dompet digital, dan aturan biayanya dapat berbeda.
Berikutnya dalam Membaca pasar: grafik, alat, dan instrumenEmas (XAU/USD): bedanya dengan mata uang
Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko tinggi kehilangan uang. Sebagian besar akun ritel mengalami kerugian. Tidak ada apa pun di sini yang merupakan rekomendasi untuk berdagang atau ramalan hasil apa pun.Saripanduan kursus Anda