Lewati ke konten

Margin call dan stop out

Risiko dan pikiran: bagaimana akun bertahan3 menit baca
Yang Anda pelajari dalam 3 menitDi pelajaran ini Anda akan mempelajari dua ambang yang dipakai broker untuk melindungi sisa dana Anda: margin call dan stop out. Keduanya diukur dari rasio ekuitas terhadap margin terpakai, dan keduanya bisa dihitung dalam rupiah sebelum Anda membuka posisi. Dengan contoh XAU/USD di sekitar 2,410.00, Anda akan melihat angka mana yang membuat akun bergerak dari peringatan menuju penutupan posisi otomatis.
100%50%EkuitasMarginStopMargin · %
Diagram skematis yang menunjukkan dua garis ambang pada satu sumbu: garis margin call dan garis stop out, dengan ekuitas akun bergerak turun dari kiri ke kanan.

Angka yang dipakai broker untuk menghitung kedua ambang

Margin call dan stop out tidak diukur dari saldo, melainkan dari ekuitas. Ekuitas adalah saldo ditambah atau dikurangi laba rugi posisi yang masih terbuka. Selama posisi belum ditutup, laba rugi itu belum menjadi uang tunai, tetapi sudah ikut menentukan apakah akun Anda menyentuh ambang. Karena itu satu posisi yang sedang rugi dapat menurunkan ekuitas tanpa mengubah saldo sama sekali.

Margin terpakai adalah dana yang ditahan broker sebagai jaminan posisi terbuka. Angka ini dihitung dari ukuran posisi dibagi leverage, lalu dikonversi ke rupiah memakai kurs yang berlaku. Pada XAU/USD sekitar 2,410.00, satu lot standar bernilai 100 ons, sehingga nilai nosionalnya sekitar 241.000 dolar Amerika Serikat. Jika leverage 1:100, margin yang ditahan sekitar 2.410 dolar Amerika Serikat, dan dalam rupiah angkanya bergantung pada kurs saat itu.

Rasio ekuitas terhadap margin terpakai dinyatakan dalam persen. Margin call muncul ketika rasio itu turun ke level yang ditetapkan broker, dan stop out muncul ketika rasio turun lebih jauh. Kedua level ini tercantum di dokumen ketentuan broker Anda, dan nilainya berbeda antara satu broker dan broker lain. Karena itu jangan memakai angka dari pengalaman orang lain sebagai patokan akun Anda sendiri.

Urutan peristiwa dari peringatan sampai penutupan posisi

Margin call adalah pemberitahuan, bukan tindakan. Broker memberi tahu bahwa rasio ekuitas terhadap margin terpakai sudah menyentuh batas yang mereka tentukan. Posisi Anda masih terbuka pada saat itu. Anda masih bisa menambah dana, menutup sebagian posisi, atau membiarkan harga berbalik arah. Yang tidak terjadi adalah penutupan otomatis, karena ambang ini hanya menandai bahwa ruang aman akun Anda menipis.

Stop out adalah tindakan. Ketika rasio turun ke level stop out, broker mulai menutup posisi Anda secara otomatis. Penutupan biasanya dimulai dari posisi yang paling rugi, dan berlanjut sampai rasio kembali di atas ambang. Karena harga bergerak selama proses itu, jumlah posisi yang ditutup tidak selalu sama dengan perkiraan Anda. Yang tersisa di akun adalah ekuitas setelah posisi ditutup, bukan saldo awal Anda.

Antara margin call dan stop out ada jarak ekuitas yang bisa dihitung. Jika margin terpakai Rp 8.000.000, margin call 100 persen berarti ekuitas Rp 8.000.000, dan stop out 50 persen berarti ekuitas Rp 4.000.000. Jarak di antara keduanya adalah Rp 4.000.000. Itulah ruang yang tersedia untuk menahan rugi mengambang sebelum posisi mulai ditutup paksa. Jika rencana rugi maksimum Anda lebih besar dari jarak itu, ukuran posisi Anda terlalu besar untuk akun tersebut.

Cara membaca ketentuan broker tanpa menebak

Setiap broker dapat memakai level yang berbeda, dan beberapa memakai lebih dari dua ambang. Ada yang menetapkan margin call di 100 persen dan stop out di 50 persen, ada pula yang memakai angka lain. Broker juga dapat mengubah level itu, dan perubahan biasanya diumumkan lewat surat elektronik atau halaman pengumuman. Karena itu angka yang Anda hafal dari bulan lalu belum tentu masih berlaku hari ini.

Cara perhitungannya pun dapat berbeda. Broker dapat membulatkan level, memakai harga bid atau ask, dan menambahkan swap, komisi, atau spread ke dalam ekuitas. Urutan penutupan posisi juga bisa berbeda, misalnya berdasarkan waktu pembukaan, bukan berdasarkan besar rugi. Semua ini membuat angka pasti setiap broker berbeda, sehingga hanya dokumen ketentuan mereka yang bisa dijadikan acuan.

Di Indonesia, broker berjangka yang melayani nasabah berada di bawah pengawasan Bappebti. Pengawasan itu mengatur izin dan pelaporan, bukan menetapkan level margin call atau stop out untuk setiap akun. Setoran dan penarikan umumnya melalui transfer bank atau dompet elektronik, dan keduanya dalam rupiah. Periksa apakah biaya administrasi atau selisih kurs diterapkan pada transaksi tersebut, karena besarnya berbeda antara satu penyedia dan penyedia lain.

Memeriksa jarak ambang sebelum membuka posisi

Sebelum masuk posisi, catat tiga angka di lembar kerja: saldo, margin terpakai, dan dua ambang dari ketentuan broker. Dari ketiganya, hitung ekuitas pada margin call dan pada stop out dalam rupiah. Selisih kedua angka itu adalah ruang yang Anda miliki. Tulis juga rencana rugi maksimum untuk posisi tersebut, lalu bandingkan dengan ruang tadi.

Jika ruang lebih kecil dari rencana rugi maksimum, ada dua pilihan yang masuk akal: kecilkan ukuran posisi atau tambah dana. Menambah posisi baru bukan pilihan, karena itu menaikkan margin terpakai dan mempersempit ruang yang tersisa. Menurunkan leverage juga membantu, sebab margin terpakai menjadi lebih besar dan rasio ekuitas bergerak lebih lambat menuju ambang.

Selama posisi terbuka, pantau ekuitas, bukan hanya saldo. Saldo tidak berubah sampai posisi ditutup, sehingga tidak memberi tahu seberapa dekat akun Anda ke ambang. Jika harga bergerak melawan posisi, hitung ulang jarak ke stop out dengan ekuitas terbaru. Bila jaraknya menipis, kurangi posisi lebih awal daripada menunggu peringatan pertama muncul.

Dari margin call 100 persen ke stop out 50 persen

LangkahJumlahCatatan
Saldo awal akunRp 24.100.000Angka contoh, bukan rekomendasi ukuran akun.
Margin terpakai untuk satu posisi XAU/USDRp 12.050.000Besar margin tergantung leverage dan ketentuan broker; angka ini hanya contoh.
Ekuitas saat margin call 100 persenRp 12.050.000Ekuitas sama dengan margin terpakai, sehingga rasio ekuitas terhadap margin adalah 100 persen.
Ekuitas saat stop out 50 persenRp 6.025.000Setengah dari margin terpakai, yaitu 50 persen dari Rp 12.050.000.
Selisih ekuitas antara kedua ambangRp 6.025.000Rp 12.050.000 dikurangi Rp 6.025.000.

Broker dapat membulatkan level, memakai harga bid atau ask, menambahkan biaya swap, komisi, atau spread, dan menutup posisi pada urutan yang berbeda. Karena itu angka pasti setiap broker berbeda dan harus dibaca di dokumen ketentuan mereka.

Melakukannya sekali, langkah demi langkah

Ikuti urutan ini sekali sebelum membuka posisi, memakai angka akun Anda sendiri dan ketentuan broker Anda. Tujuannya agar jarak dari margin call ke stop out sudah diketahui dalam rupiah, bukan diperkirakan saat harga sedang bergerak.

  1. 01

    Catat saldo dan margin terpakai

    Tulis saldo akun Anda dalam rupiah pada lembar kerja. Hitung margin terpakai untuk ukuran posisi yang akan dibuka, dengan mengubah nilai nosional ke rupiah memakai kurs yang berlaku. Untuk XAU/USD sekitar 2,410.00, satu lot standar bernilai 100 ons, sehingga nilai nosionalnya sekitar 241.000 dolar Amerika Serikat sebelum dikonversi.

  2. 02

    Baca dua ambang di ketentuan broker

    Buka dokumen ketentuan broker Anda dan cari level margin call serta stop out dalam persen. Jangan memakai angka dari broker lain atau dari pengalaman orang lain. Jika dokumen tidak mencantumkannya, tanyakan lewat layanan pelanggan dan simpan jawabannya.

  3. 03

    Hitung ekuitas pada kedua ambang

    Kalikan margin terpakai dengan persentase margin call untuk mendapat ekuitas pada ambang pertama. Lakukan hal yang sama dengan persentase stop out. Jika margin terpakai Rp 8.000.000, margin call 100 persen berarti Rp 8.000.000 dan stop out 50 persen berarti Rp 4.000.000.

  4. 04

    Hitung jarak ke stop out

    Kurangi ekuitas pada stop out dari ekuitas pada margin call. Hasilnya adalah ruang yang tersedia untuk menahan rugi mengambang. Pada contoh di atas, jaraknya Rp 4.000.000. Bandingkan angka itu dengan rencana rugi maksimum posisi Anda.

  5. 05

    Sesuaikan ukuran posisi

    Jika rencana rugi maksimum lebih besar dari jarak yang tersedia, kecilkan ukuran posisi atau tambah dana. Jangan menambah posisi baru, karena itu menaikkan margin terpakai dan mempersempit ruang. Ulangi perhitungan setelah penyesuaian sampai jaraknya cukup.

  6. 06

    Pantau ekuitas selama posisi terbuka

    Periksa ekuitas, bukan hanya saldo, karena saldo tidak berubah sampai posisi ditutup. Hitung ulang jarak ke stop out ketika harga bergerak melawan posisi Anda. Jika jaraknya menipis, kurangi posisi lebih awal daripada menunggu peringatan margin call.

Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini

Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap margin call sebagai tanda bahwa posisi sudah ditutup. Padahal margin call hanya peringatan bahwa ekuitas Anda menyentuh level tertentu, dan stop out adalah saat broker benar-benar menutup posisi. Kesalahan kedua adalah memakai leverage besar tanpa menghitung jarak ekuitas dari margin call ke stop out dalam rupiah. Sebelum masuk posisi, tuliskan saldo, margin terpakai, dan dua ambang itu, lalu bandingkan dengan rencana rugi maksimum Anda. Jika jaraknya terlalu tipis, kecilkan ukuran posisi atau tambah dana, bukan menambah posisi baru.

Periksa diri Anda

Jika margin terpakai Rp 8.000.000 dan stop out broker berada di 50 persen, berapa ekuitas yang memicu penutupan otomatis?

Rp 4.000.000, yaitu 50 persen dari Rp 8.000.000.

Dengan margin terpakai Rp 8.000.000, berapa ekuitas pada margin call 100 persen?

Rp 8.000.000, karena ekuitas sama dengan margin terpakai.

Berapa selisih ekuitas antara margin call 100 persen dan stop out 50 persen pada contoh Rp 8.000.000?

Rp 4.000.000, yaitu Rp 8.000.000 dikurangi Rp 4.000.000.

Pertanyaan yang muncul berikutnya

Apakah stop out selalu menutup semua posisi saya sekaligus

Tidak. Broker biasanya menutup posisi satu per satu, dimulai dari yang paling rugi, dan berhenti begitu rasio ekuitas terhadap margin terpakai kembali di atas ambang stop out. Karena harga terus bergerak selama proses itu, jumlah posisi yang ditutup bisa berbeda dari perkiraan Anda. Sisa posisi yang masih terbuka tetap membawa risiko yang sama seperti sebelumnya. Karena itu jangan menganggap stop out sebagai titik akhir yang rapi.

Mengapa ekuitas saya turun padahal saldo tidak berubah

Saldo hanya berubah saat posisi ditutup atau dana masuk dan keluar. Selama posisi masih terbuka, laba rugi yang belum terealisasi ikut dihitung ke dalam ekuitas, sehingga ekuitas bergerak mengikuti harga. Pada XAU/USD sekitar 2,410.00, satu lot standar bernilai 100 ons, jadi setiap pergerakan harga yang kecil pun mengubah ekuitas dalam jumlah yang berarti. Itulah sebabnya dua ambang ini diukur dari ekuitas, bukan dari saldo.

Apakah level margin call dan stop out sama di setiap broker

Tidak. Setiap broker menetapkan levelnya sendiri dan mencantumkannya di dokumen ketentuan mereka. Broker juga dapat membulatkan level, memakai harga bid atau ask, serta menambahkan swap, komisi, atau spread ke dalam perhitungan. Karena itu angka pasti setiap broker berbeda dan harus dibaca di dokumen ketentuan mereka, bukan dari pengalaman orang lain. Jangan memakai angka dari akun orang lain sebagai patokan akun Anda.

Apakah menambah posisi baru bisa menjauhkan akun dari stop out

Justru sebaliknya. Setiap posisi baru menambah margin terpakai, sehingga rasio ekuitas terhadap margin terpakai turun lebih cepat. Yang memperbaiki jarak ke stop out adalah menambah dana, menutup sebagian posisi, atau mengecilkan ukuran posisi berikutnya. Sebelum masuk posisi, tuliskan saldo, margin terpakai, dan dua ambang itu, lalu bandingkan dengan rencana rugi maksimum Anda. Jika jaraknya terlalu tipis, kecilkan ukuran posisi atau tambah dana.

Bagaimana cara menghitung jarak ekuitas dari margin call ke stop out

Kalikan margin terpakai dengan masing-masing persentase ambang. Jika margin terpakai Rp 8.000.000, margin call 100 persen berarti ekuitas Rp 8.000.000, dan stop out 50 persen berarti ekuitas Rp 4.000.000. Jarak di antara keduanya adalah Rp 4.000.000, yaitu Rp 8.000.000 dikurangi Rp 4.000.000. Angka itu menunjukkan berapa besar kerugian yang masih bisa ditanggung akun Anda sebelum posisi ditutup otomatis.

Apakah setoran dan penarikan memakai bank transfer atau e-wallet memengaruhi ambang ini

Tidak memengaruhi level ambangnya, karena level itu ditetapkan broker dan diukur dari rasio ekuitas terhadap margin terpakai. Yang berubah hanyalah kecepatan dana sampai ke akun Anda saat Anda perlu menambah dana untuk menjauh dari stop out. Bank transfer dan e-wallet memiliki waktu proses yang berbeda, dan itu bervariasi antara penyedia. Periksa sendiri berapa lama dananya biasanya sampai sebelum Anda mengandalkannya.

Kata-kata yang dipakai di halaman ini

Ekuitas
Saldo ditambah atau dikurangi laba rugi posisi yang masih terbuka. Angka ini berubah mengikuti harga selama posisi belum ditutup, sehingga bisa turun tanpa saldo ikut berubah.
Margin terpakai
Dana yang ditahan broker sebagai jaminan posisi terbuka. Angkanya dihitung dari ukuran posisi dibagi leverage, lalu dikonversi ke rupiah memakai kurs yang berlaku.
Margin call
Pemberitahuan bahwa rasio ekuitas terhadap margin terpakai sudah menyentuh batas yang ditetapkan broker. Posisi Anda masih terbuka pada saat itu, dan belum ada penutupan otomatis.
Stop out
Tindakan broker menutup posisi Anda secara otomatis ketika rasio turun ke level yang mereka tentukan. Penutupan biasanya dimulai dari posisi yang paling rugi.
Leverage
Perbandingan antara ukuran posisi dan margin yang ditahan. Leverage besar menahan margin lebih kecil, tetapi membuat rasio ekuitas terhadap margin terpakai bergerak lebih cepat.
Swap
Biaya atau penyesuaian yang dikenakan pada posisi yang dibiarkan terbuka melewati batas waktu tertentu. Angkanya berbeda antara satu broker dan broker lain, dan ikut memengaruhi ekuitas.

Yang perlu diingat

  • Margin call adalah peringatan, stop out adalah penutupan otomatis, dan keduanya diukur dari ekuitas terhadap margin terpakai.
  • Dengan margin terpakai Rp 8.000.000, margin call 100 persen berada di ekuitas Rp 8.000.000 dan stop out 50 persen di Rp 4.000.000.
  • Hitung jarak ekuitas ke stop out dalam rupiah sebelum membuka posisi, lalu bandingkan dengan rencana rugi maksimum Anda.
  • Level pasti dan biaya tambahan berbeda antara broker, jadi bacalah dokumen ketentuan mereka sendiri.
Berikutnya dalam Risiko dan pikiran: bagaimana akun bertahanTakut, serakah, dan FOMO
Perdagangan forex dan CFD memiliki risiko tinggi kehilangan uang. Sebagian besar akun ritel mengalami kerugian. Tidak ada apa pun di sini yang merupakan rekomendasi untuk berdagang atau ramalan hasil apa pun.Saripanduan kursus Anda