Price action: trading tanpa indikator
Sebelum membuka posisi, periksa dulu daftar singkat: di mana high dan low sesi terakhir, berapa lebar range-nya, apakah harga menembus range itu dengan tenang, dan di mana titik batalnya. Semua angka rupiah di contoh di bawah dihitung dari jarak harga, bukan dari sinyal indikator.
Struktur high dan low pada grafik harga
Grafik harga adalah catatan transaksi. Setiap batang atau lilin menunjukkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah pada satu periode. Anda tidak perlu menghitung apa pun. Cukup lihat di mana harga berhenti naik dan di mana ia berhenti turun. Titik berhenti itulah yang disebut high dan low. Pada XAU/USD di sekitar 2,410.00, high dan low bisa terbentuk dalam hitungan menit.
High adalah harga tertinggi yang dicapai dalam satu periode. Low adalah harga terendah. Jika harga menyentuh 2,415.00 lalu turun, angka itu menjadi high sementara. Jika kemudian harga turun ke 2,405.00 dan berbalik naik, angka itu menjadi low sementara. Dua titik ini membentuk batas atas dan batas bawah. Selama harga bergerak di antara keduanya, pasar disebut dalam range.
Range adalah jarak antara high dan low. Lebarnya dihitung dengan mengurangkan low dari high. Contoh: 2,415.00 dikurangi 2,405.00 sama dengan 10.00 poin. Angka ini penting karena menunjukkan seberapa jauh harga bergerak dalam periode itu. Range yang lebar berarti harga bergerak jauh. Range yang sempit berarti harga bergerak dekat. Anda tidak perlu indikator untuk melihatnya.
Break dan titik batal dalam struktur harga
Break terjadi ketika harga bergerak melewati high atau low range. Misalnya, harga menembus 2,415.00 ke atas. Itu disebut break ke atas. Sebaliknya, jika harga menembus 2,405.00 ke bawah, itu break ke bawah. Break yang tenang adalah break yang terjadi tanpa lompatan harga besar. Harga bergerak melewati batas range dan tetap di sana. Break yang berisik sering kembali masuk ke range dengan cepat.
Titik batal adalah harga di mana Anda memutuskan bahwa ide Anda salah. Jika Anda mengira harga akan naik setelah break ke atas, titik batal bisa di bawah low range. Misalnya, Anda masuk beli di 2,415.50 setelah break, lalu pasang titik batal di 2,405.00. Jika harga kembali ke 2,405.00, Anda keluar. Titik batal ini berasal dari struktur, bukan dari indikator. Jaraknya dari harga masuk adalah risiko Anda.
Risiko rupiah dihitung dari jarak titik batal ke harga masuk. Jika jaraknya 10.00 poin dan nilai satu poin per 0.01 lot XAU/USD adalah Rp 15,000, maka risiko = 10.00 dikali Rp 15,000 = Rp 150,000. Jika Anda menaikkan ukuran posisi menjadi 0.02 lot, nilai satu poin menjadi Rp 30,000, sehingga risiko = 10.00 dikali Rp 30,000 = Rp 300,000. Angka ini belum termasuk spread dan komisi. Spread dan komisi ditambahkan terpisah, misalnya Rp 20,000 untuk 0.01 lot. Jadi total biaya di luar pergerakan harga adalah Rp 20,000.
Membaca break dengan sabar tanpa menebak arah
Tujuan membaca struktur bukan menebak arah. Tujuannya tahu di mana harga berhenti dan di mana ia mulai bergerak. Setelah break terjadi, Anda tidak perlu langsung masuk. Tunggu sampai harga menunjukkan bahwa ia benar-benar meninggalkan range. Jika harga menembus 2,415.00 lalu bertahan di atas 2,415.00 selama beberapa saat, itu tanda break yang lebih kuat. Jika harga langsung kembali ke dalam range, break itu lemah. Anda bisa membatalkan rencana.
Kesalahan umum adalah menunggu sinyal indikator yang dihitung dari harga lama. Indikator bergerak rata-rata, misalnya, dihitung dari harga beberapa periode sebelumnya. Saat sinyal muncul, break sudah jauh. Akibatnya titik batal menjadi lebar. Risiko rupiah membengkak tanpa disadari. Lebih baik tandai high dan low range lebih dulu. Lalu putuskan hanya jika harga menembus salah satunya dengan tenang.
Jika harga kembali ke dalam range, batalkan rencana. Jangan tambah posisi. Menambah posisi saat harga kembali ke range memperbesar risiko. Anda bisa menunggu break berikutnya. Range baru akan terbentuk. High dan low baru akan terlihat. Prosesnya sama: tandai batas, tunggu break, hitung risiko. Tidak ada yang perlu dihitung dari indikator. Semua berasal dari harga itu sendiri.
Contoh: break 5.00 poin pada 0.01 lot XAU/USD
| Langkah | Jumlah | Catatan |
|---|---|---|
| Harga acuan | 2,410.00 | Harga tengah range yang Anda amati di grafik. |
| High range | 2,415.00 | Puncak yang terlihat di grafik, 5.00 poin di atas acuan. |
| Low range | 2,405.00 | Dasar yang terlihat di grafik, 5.00 poin di bawah acuan. |
| Lebar range | 10.00 poin | 2,415.00 dikurangi 2,405.00. |
| Titik masuk | 2,415.00 | Harga menembus high range dan bertahan di atasnya. |
| Titik batal | 2,405.00 | Kembali ke low range berarti break gagal. |
| Jarak ke titik batal | 10.00 poin | 2,415.00 dikurangi 2,405.00. |
| Ukuran posisi | 0.01 lot | Ukuran kecil untuk contoh perhitungan. |
| Nilai satu poin per 0.01 lot | Rp 15,000 | Angka ini bervariasi antar broker dan ukuran kontrak; di sini dipakai sebagai asumsi. |
| Risiko rupiah | Rp 150,000 | 10.00 poin dikali Rp 15,000. |
| Target 5.00 poin | Rp 75,000 | 5.00 poin dikali Rp 15,000, jika harga bergerak 5.00 poin dari titik masuk. |
Broker dapat membulatkan harga, menambah spread, komisi, atau biaya inap. Nilai satu poin per 0.01 lot XAU/USD berbeda-beda tergantung broker dan ukuran kontrak, jadi periksa kontrak Anda sebelum menghitung.
Melakukannya sekali, langkah demi langkah
Ikuti langkah berikut secara berurutan untuk membaca struktur harga pada grafik XAU/USD. Setiap langkah menggunakan angka yang bisa Anda lihat langsung di grafik.
- 01
Tandai high dan low sesi terakhir
Lihat grafik XAU/USD pada periode yang Anda pilih. Cari harga tertinggi dan terendah dalam sesi terakhir. Misalnya, high 2,415.00 dan low 2,405.00. Tandai kedua level itu dengan garis horizontal.
- 02
Hitung lebar range
Kurangkan low dari high. 2,415.00 dikurangi 2,405.00 sama dengan 10.00 poin. Angka ini adalah lebar range. Catat lebar range dalam poin.
- 03
Tentukan titik batal
Jika Anda berencana masuk setelah break, tentukan titik batal di sisi lain range. Untuk break ke atas, titik batal bisa di low range, yaitu 2,405.00. Untuk break ke bawah, titik batal bisa di high range, yaitu 2,415.00.
- 04
Hitung risiko rupiah
Gunakan jarak dari harga masuk ke titik batal. Jika jaraknya 10.00 poin dan nilai satu poin per 0.01 lot XAU/USD adalah Rp 15,000, maka risiko = 10.00 dikali Rp 15,000 = Rp 150,000. Jika ukuran posisi 0.02 lot, nilai satu poin menjadi Rp 30,000, sehingga risiko = Rp 300,000. Tambahkan spread dan komisi, misalnya Rp 20,000 untuk 0.01 lot, sebagai biaya terpisah.
- 05
Tunggu break yang tenang
Amati apakah harga menembus high atau low dengan tenang. Break yang tenang terjadi tanpa lompatan besar dan harga bertahan di luar range. Jika harga kembali masuk ke range, batalkan rencana. Jangan tambah posisi.
- 06
Periksa kontrak broker
Nilai satu poin per 0.01 lot XAU/USD berbeda-beda tergantung broker dan ukuran kontrak. Broker juga dapat membulatkan harga, menambah spread, komisi, atau biaya inap. Periksa kontrak Anda sebelum menghitung risiko. Jangan menganggap angka di contoh ini sama untuk semua broker.
Kesalahan yang paling sering dilakukan di sini
Kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu sinyal indikator yang dihitung dari harga lama, lalu masuk setelah break sudah jauh. Akibatnya titik batal menjadi lebar dan risiko rupiah membengkak tanpa disadari. Lebih baik tandai high dan low range lebih dulu, lalu putuskan hanya jika harga menembus salah satunya dengan tenang. Jika harga kembali ke dalam range, batalkan rencana dan jangan tambah posisi.Periksa diri Anda
Jika range XAU/USD adalah 2,415.00 sampai 2,405.00 dan Anda memakai 0.01 lot dengan nilai satu poin Rp 15,000, berapa risiko rupiah jika titik batal di 2,405.00?
Lebar range 10.00 poin. Risiko = 10.00 dikali Rp 15,000 = Rp 150,000.
Jika Anda menaikkan ukuran posisi menjadi 0.02 lot dan nilai satu poin per 0.01 lot tetap Rp 15,000, berapa risiko rupiah untuk jarak 10.00 poin?
Nilai satu poin menjadi Rp 30,000. Risiko = 10.00 dikali Rp 30,000 = Rp 300,000.
Jika spread dan komisi menambah Rp 20,000 pada posisi 0.01 lot, berapa total biaya di luar pergerakan harga?
Rp 20,000, karena spread dan komisi dihitung terpisah dari jarak poin.
Pertanyaan yang muncul berikutnya
Apa bedanya high dan low sementara dengan high dan low akhir
High dan low sementara adalah titik berhenti yang terlihat saat periode masih berjalan. Angka itu bisa berubah jika harga bergerak lebih jauh sebelum periode selesai. High dan low akhir adalah angka yang sudah tetap setelah periode ditutup. Pada XAU/USD di sekitar 2,410.00, satu periode bisa mencatat beberapa high sementara. Yang dipakai untuk menghitung range adalah angka yang sudah tetap.
Berapa lama satu range dianggap masih berlaku
Range berlaku selama harga belum menembus salah satu batasnya. Tidak ada patokan waktu yang pasti, karena setiap periode grafik berbeda. Yang penting adalah batas atas dan batas bawah yang Anda tandai. Jika harga menembus salah satunya dengan tenang, range itu selesai. Jika harga kembali masuk, range masih dianggap hidup.
Bagaimana membedakan break tenang dan break berisik
Break tenang terjadi saat harga melewati batas range tanpa lompatan besar. Harga bergerak melewati batas dan tetap di sana. Break berisik sering kembali masuk ke range dengan cepat. Pada XAU/USD, break 5.00 poin yang bertahan lebih mudah dibaca daripada break yang langsung berbalik. Yang Anda nilai adalah perilaku harga setelah menembus batas, bukan kecepatannya.
Apakah titik batal harus selalu di low range
Tidak. Titik batal diletakkan di harga yang membuat ide Anda salah. Jika Anda masuk beli setelah break ke atas, titik batal bisa di bawah low range. Jika Anda masuk jual setelah break ke bawah, titik batal bisa di atas high range. Jaraknya dari harga masuk menjadi risiko Anda. Angka rupiahnya dihitung dari jarak itu, bukan dari perasaan.
Mengapa risiko rupiah berubah saat ukuran posisi dinaikkan
Karena nilai satu poin ikut naik. Pada 0.01 lot, nilai satu poin Rp 15,000, sehingga jarak 10.00 poin berarti risiko Rp 150,000. Pada 0.02 lot, nilai satu poin menjadi Rp 30,000, sehingga risiko menjadi Rp 300,000. Jarak titik batal tidak berubah, tetapi jumlah rupiah per poin berubah. Karena itu ukuran posisi harus dihitung sebelum masuk.
Apakah spread dan komisi masuk ke dalam risiko
Spread dan komisi dihitung terpisah dari jarak poin. Jika keduanya menambah Rp 20,000 pada posisi 0.01 lot, total biaya di luar pergerakan harga adalah Rp 20,000. Angka itu belum termasuk kerugian dari jarak titik batal. Broker dapat membulatkan harga, menambah spread, komisi, atau biaya inap. Karena itu periksa kontrak Anda sebelum menghitung.
Kata-kata yang dipakai di halaman ini
- range
- Jarak antara high dan low pada satu periode. Lebarnya dihitung dengan mengurangkan low dari high. Contoh: 2,415.00 dikurangi 2,405.00 sama dengan 10.00 poin.
- break
- Kejadian saat harga bergerak melewati high atau low range. Break ke atas melewati high, break ke bawah melewati low. Break yang tenang bertahan di luar batas, break yang berisik cepat kembali masuk.
- titik batal
- Harga di mana Anda memutuskan bahwa ide Anda salah. Titik ini berasal dari struktur harga, bukan dari indikator. Jaraknya dari harga masuk menjadi risiko Anda.
- poin
- Satuan jarak harga pada instrumen. Pada XAU/USD, selisih 2,415.00 dan 2,405.00 adalah 10.00 poin. Nilai satu poin per 0.01 lot berbeda-beda tergantung broker.
- lot
- Ukuran posisi yang Anda pakai. Pada 0.01 lot, nilai satu poin XAU/USD bisa Rp 15,000. Pada 0.02 lot, nilainya menjadi Rp 30,000. Ukuran ini menentukan risiko rupiah Anda.
- biaya inap
- Biaya yang dikenakan broker saat posisi dibiarkan terbuka melewati batas waktu tertentu. Besarnya berbeda-beda tergantung broker. Biaya ini dihitung terpisah dari jarak poin.
Yang perlu diingat
- Baca grafik dari struktur harga: high, low, range, dan break. Tidak perlu indikator untuk melihatnya.
- Tandai high dan low range lebih dulu, lalu putuskan hanya jika harga menembus salah satunya dengan tenang.
- Hitung risiko rupiah dari jarak titik batal ke harga masuk, bukan dari sinyal indikator.
- Periksa kontrak Anda karena nilai satu poin per 0.01 lot XAU/USD berbeda-beda tergantung broker.